Toyota Perkuat Jaringan Rantai Suplai Industri Otomotif


TPS Jishuken merupakan sebuah program yang bertujuan untuk transfer keahlian dan ketrampilan dari Toyota kepada para pemasoknya. Dengan program ini diharapkan daya saing rantai suplai industri otomotif semakin kuat.

“Toyota Indonesia memiliki komitmen untuk menaikkan peran kami pada bangsa Indonesia lewat penambahan daya saing usaha. Satu diantara kiat perlu untuk meraihnya yaitu dengan membuat kemampuan serta Sumber Daya Manusia (SDM) di perusahaan-perusahaan rantai pasok kami, ” tutur Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono.

Arti Jishuken di ambil dari 2 kata dalam bhs Jepang, yakni Jishu serta Kenkyu yang bermakna self-independent investigation atau kekuatan untuk lakukan investigasi persoalan serta buat gagasan dan kesibukan perbaikannya dengan mandiri.

Jishuken tersebut adalah satu diantara bentuk kursus untuk menanggung sistem transfer keterampilan dan penambahan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dikerjakan oleh Toyota pada semua penyuplai lokal di Indonesia.

Untuk mengawal proses transfer keterampilan pada semua penyuplai lokal, pada th. 2006 TMMIN membuat satu divisi yakni Operations Management Development Division (OMDD) yang bertanggungjawab penuh pada kesuksesan kesibukan penambahan daya saing pada rantai supply group Toyota (Toyota, Daihatsu serta Hino). TPS Jishuken adalah satu diantara kesibukan teratur dengan waktu setahun dari OMDD yang melibatkan perusahaan penyuplai serta sudah diadakan sejumlah 10 kali mulai sejak 2007.

Selama perhelatannya dari 2007 sampai 2014, sekitaran 100 perusahaan penyuplai tier 1 sudah ikut serta dalam sistem awal pengenalan rencana TPS. Mulai sejak 2016, rencana baru diaplikasikan oleh TMMIN dengan konsentrasi pada pembentukan TPS Leader serta Jishuken Director melibatkan 18 perusahaan serta bertambah jadi 20 perusahaan pada perhelatan th. ini.

Baca Juga ulasan Nissan Serena

Nanti TPS Leader serta Jishuken Director bertugas untuk menyebarkan pengetahuan TPS di internal. Hingga keluar dampak domino transfer keterampilan serta pengetahuan ke semua rantai penyuplai. Sekarang ini telah terjadi 14 orang TPS Leader sesuai sama standard Toyota. Nantinya sampai 2020 TMMIN merencanakan untuk tingkatkan jumlah partisipan jadi 80 perusahaan penyuplai tier 1 dengan tujuan TPS Leader sejumlah 40 orang.